Senin, 14 Oktober 2013

Sleeping Time


Ini adalah tulisanku ketika Bulan Ramadhan 1434 H ... 



Hari ini seisi rumah ketinggalan sahur karena ketiduran semua. 
Jujur aku sangat menyesalinya bukan karena gak bisa sahur tapi karena pola tidurku yang berantakan.

Pagi ini aku terbangun karena merasa dingin sekali karena semalam aku ketiduran di ruang belajar kemudian aku pun berniat mengambil selimut di kamar. Saat itu semua penghuni rumah masih tertidur pulas dan aku pikir ini masih malam. terus aku balik ke ruang belajar dengan membawa selimut dn berniat kembali tidur. Sebelum tidur aku cari2 hapeku karena baru sadar gak ada di dekatku yang ternyata ada di atas meja. Aku ambil dan aku lihat jam berapa, aku shock tak percaya. Di layarnya masih terpampang pemberitahuan alarm jam 4.00! Lha berarti.... Langsung aku cek ternyata sudah jam 4.56 pagi! Aku segera membangunkan temanku yang tidur di sebelahku, dia pun sama kagetnya denganku tapi langsung tertidur lagi. Lha aku tanya kamu tidur jam berapa ternyata dia tidur jam 2, pantes kesiangan jawabku.

Langsung aku bangunin semua yg tidur di kamar buat mastiin apa mungkin cuma aku doang yang kesiangan. Ternyata semuanya emang kesiangan dan setelah menyadari hal itu mereka pun kembali tertidur pulas. Aku bimbang apa aku ikutan tidur lagi ya seperti mereka ato sholat subuh dulu. Aku putuskan mengambil wudhu untuk sholat subuh. Setelah sholat aku kembali membangunkan teman2ku untuk sholat subuh tapi tak ada yg bangun. Mungkin kita terlalu lelah beraktivitas kemarin, aku mencoba mewajari.  
Sebenarnya ini bukan sekalinya kita seperti ini, di hari2 biasa kita sering bangun kesiangan pun sholat subuh kesiangan tak terkecuali aku.

Dari sini aku terpikir sesuatu. 
  Tidur itu memang suatu kebutuhan hidup manusia yang tidak bisa ditinggalkan. Tidak ada satupun manusia yang tidak membutuhkan tidur. Bahkan terkadang kita sampai harus mengutamakan tidur dibanding lainnya. Kita tak bisa hidup tanpa tidur tanpa mengistirahatkan badan yang lelah karena aktivitas ato pekerjaan masing2. 
Mungkin begitu juga dengan apa yang aku alami hari ini. 

Aku memaklumi sekaligus menyesali. Entah hari ini aku ketiduran memang karena aku terlalu lelah atau bukan atau mungkin terlalu malam tidurnya atau lainnya. Segala bentuk kemungkinan aku kaitkan agar bisa menjadi pembelaanku atas fenomena "bangun kesianganku". Padahal terkadang aku sendiri yg memilih gak bangun karena masih keenakan tidur. 

Jujur. Ketiduran yg kualami di setiap hari2 ku selama ini secara tak sengaja telah mengubah semua mekanisme hidupku ato bahkan sekitarku. 
Gara2 ketiduran akhirnya bangun kesiangan, sholat kesiangan, gerak sehari2 pun kesiangan
Gara2 ketiduran, ngasi contoh ke adeknya temenku yg tinggal denganku juga jadi ikut bangun kesiangan dan sholat kesiangan ato bahkan mungkin gak sholat krn terlalu kesiangan bangunnya padahal seharusnya aku jadi uswah bagi dia. 
Gara2 ketiduran, akhirnya gak sahur padahal punya penyakit maag akut ato darah rendah yg itu berpotensi menghambat aktivitas harian kita jika kambuh ato membuat gak optimal.

tapi gara2 ketiduran juga hari ini aku akhirnya tersadar akan jam biologisku yg berantakan...


Sleman, 16 Juli 2013
05.30 - 7.15 WIB 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar