Hati jadi galau banget setelah
nonton film Veronica Guerin, entah kenapa sangat terharu sampai gak
bisa nahan tangis sesenggukan. Menyesakkan dan membuat hati semakin muram.
Sekilas info buat yang belum tahu film ini. Film ini menceritakan kisah nyata seorang jurnalis yang berusaha untuk mengungkap da memberitakan kasus perdagangan narkoba yang begitu marak di Irlandia saat itu. Irlandia pada saat itu memang penuh dengan jual beli narkoba menjangkit sampai di sudut-sudut kota dimana penggunanya tidak hanya orang dewasa saja namun juga anak-anak kecil pun ikut mecicipi barang terlarang tersebut. Dan ia (Veronica Guerin) harus berhadapan dengan gembong pengedar narkoba yang sudah berkuasa bahkan sampai menguasai pejabat-pejabat daerah itu dan ia harus memilih antara tetap membongkar sindikat itu atau nyawanya berikut nyawa keluarganya menjadi taruhannya. Kisah nyata ini menjadi titik balik terjadinya revolusi besar-besaran di Irlandia mengenai keadilan terhadap kasus narkoba.
Bagaimana jika hal itu terjadi kepadaku?
Cita-cita dan keidealismean adalah hal
yang sangat beresiko tinggi seperti halnya Veronica Guerin tetap gigih untuk memberitakan sindikat pengedar narkoba itu. Penuh ancaman dan tantangan. Kenapa harus aku
punya cita-cita memberantas kriminalitas? Kenapa harus aku bercita-cita terwujudnya
sistem hukum yang ideal? Tapi jika kubalik pertanyaan itu pada diriku sendiri,
apakah mau kamu berprofesi yg lain? Entahlah aku akan merasa tidak bahagia kah?
Tidak terbayangkan aku akan bahagia, semakin terbayangkan
aku akan merasa hampa dan kosong tak bermakna. Apakah itu berarti aku ingin
bermakna di pengabdian hukum dan kriminalitas? Tak pernahkah muncul keinginan
yang lain, teknik misalnya? Teknik ya,, mungkin teknik computer jaringan
informasi aku akan bisa menerimanya… aku juga punya bakat di situ, proses
belajarku cepat jika soal teknik komputer atau mekanikal. Sempat terpikir
apakah keinginanku untuk mewujudkan sistem hukum ideal dan memberantas segala
bentuk kriminalitas hanyalah angan-angaku semata yang itu memang berasal dari sifat
heroikku saja atau euphoria dari film-film misteri detektif dan konspirasi yang aku idolakan
selama ini.
Meskipun aku bercita-cita mengenai
keidealisan hukum dan keadilan tapi aku tidak pernah membawanya ke dalam
kehidupan sehari-hariku, aku tidak pernah sekalipun dalam tindakanku yang
berhubungan dgn terciptanya keadilan hukum atau tegaknya hukum dan aturan. Semua
itu terkesan ah.. memang benar-benar hanya terucap saja di mulut ini. Mungkin aka ada alasan bahwa hal itu terjadi karena aku belum berkecimpung di dunia hukum
real. Tapi pada kenyataannya yang aku geluti saat ini jauh sekali tidak
berhubungan dengan hukum. Aku banyak bergelut dengan teknik dan manajemen. Aku
banyak bergelut dengan kemalasan dan ketidakpedulian.
Setelah menonton film tersebut
aku jadi berpikir untuk bisa mendekatkan diri dengan cita-citaku tentang tegaknya
kepastian dan keadilan hukum. Bukankah yang seharusnya kulakukan adalah berada
dalam lingkungan yang bisa mendekatkan diriku pada cita-citaku. Itu berarti aku
harus terlibat langsung dengan kehidupan kriminalitas ah bukan maksudnya aku
ikut berlaku criminal dan bergaul dgn pelaku kriminal tetapi maksudnya di sini
adalah aku mengetahui dengan jelas dan nyata seperti apa kehidupan masyarakat
yang di dalamnya terdapat tindak kriminal karena masyarakatlah
sebagai objek utama dari setiap ilmu hukum, sebagai pelaku, korban, saksi
ataupun penonton. Itu artinya aku harus mendekatkan diri dengan kehidupan
masyarakat atau dengan kata lain jadilah bagian dari kehidupan masyarkat itu.
Mestilah harus aku mempunyai peran dalam kehidupan masyarakat. Hidup
bermasyarakat, itu merupakan proses belajar paling efektif dan efisien
dibanding menghafal teori dan teknikal.
Entahlah, masih harus banyak belajar saya...
Mudah-mudahan perjalanan karir saya dimudahkan oleh Yang Maha Kuasa.. Aamiin..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar