Selasa, 30 Agustus 2016

HUKUM RIMBA




Begitu banyak permasalahan di negeri ini. Miris hati melihatnya. Pemerkosaan, pencabulan anak di bawah umur, pembunuhan bermotif sakit hati karena diputuskan oleh kekasihnya, bunuh diri karena putus cinta atau hal sepele lainnya, kekerasan wanita dan rumah tangga, kekerasan anak, bayi mati terlantar di rumah sakit karena tidak bisa membayar biaya administrasi pengobatannya, pelacuran, perdagangan anak dan wanita, ditambah dengan kemiskinan materi dan moral.

Nyawa menjadi begitu tidak berharganya di tengah budaya yang praktis dan materialistis. Nyawa menjadi sesuatu seperti debu ataupun sampah. Pergeseran moral menjadi tidak berperikemanusiaan. Pembunuhan maupun bunuh diri adalah sama-sama perbuatan yang menghilangkan nyawa. Kematian menjadi sesuatu yang tidak lagi menakutkan dan menjadikannya sebagai suatu solusi pemecahan masalah. 
Putus cinta, mati. Patah hati, mati. Sakit hati, mati. 

Sisi lain pembunuhan yang merupakan perbuatan menghilangkan nyawa orang lain bukan lagi hanya dengan cara-cara konvensional seperti menusuk, memukul, menikam ataupun menembak. Tetapi ketidakpedulian juga bisa menjadi suatu perbuatan yang menghilangkan nyawa orang lain. Ketidakpedulian melihat orang sekarat, misalnya telat menangani pasien yang dilakukan sebagai suatu kesengajaan, tidak menolong orang yang terkena kecelakaan, berkendara sambil mabuk dan menabrak orang sampai mati, kebut-kebutan karena gaya-gayaan diakhiri dengan kecelakaan maut. 

Ketidakpedulian terhadap sesama terhadap penderitaan orang lain. Ketidakpekaan. Tidak berperikemanusaan. Ketidak empatian. Hilangnya nilai-nilai moral kemanusiaan. Hilangnya kebermaknaan. Manusia tidak lebih seperti binatang yang mengedepankan insting emosionalnya. Berlakunya hukum rimba di masyarakat dimana yang kuat maka ia yang menang. Hilangnya nilai-nilai kebenaran dan hukum keseimbangan.
Dunia menjadi rusak dan hancur berada di tangan orang-orang yang serakah dan haus kekuasaan yang hanya mementingkan kepuasan diri sendiri. Tak sedikit terjadi perang memperebutkan lahan kekuasaan. 

Banyak, banyak sekali. Jika hukum keseimbangan ini tidak tegak maka hancurlah dunia. Tinggal menunggu waktu karena bom waktu telah dihidupkan.
Apa yang harus dilakukan oleh seorang aku? Apa yang bisa dilakukan oleh seorang aku? Apa yang aku ingin lakukan di atas semua permasalahan pelik ini? apa yang ingin aku lakukan untuk menolong orang banyak? 

4 Mei 2014
FA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar